logo Humbafest_edited.png

COLLABORATOR

logo Humbafest (font).png

KEYNOTE

yori.jpg

YORI
ANTAR

ARSITEK, HAP Architects

Gregorius Antar Awal, atau akrab disapa Yori Antar merupakan seorang arsitek kenamaan tanah air yang kerap mengetengahkan ke-Nusantara-an dalam berbagai karyanya. Ia menjadi salah satu pendiri Arsitek Muda Indonesia yang turut memberi langgam baru bagi dunia arsitektur Indonesia. Tahun 2008 Yori Antar menginisiasi gerakan Rumah Asuh sebagai wujud kepeduliaannya terhadap arsitektur lokal yang kian punah. Bersama Rumah Asuh, ia mengawal sejumlah project revitalisasi kampung adat di Nusantara, di antaranya di Waerebo-Flores, kampung adat Ratenggaro, Wainyapu, dan Waetabula di Sumba, sejumlah rumah adat di Nias, dan sebagainya. Yori Antar juga turut menginisiasi Jalur Tenun Sumba (Sumba Silk Road), terdiri dari dua belas titik rumah tenun yang dikembangkan sebagai sarana edukatif mengenai tenun ikat Sumba.

  • Grey Instagram Icon
Popo-Danescc.jpg

POPO
DANES

ARSITEK, Popo Danes Architect

Popo Danes ialah seorang arsitek mumpuni asal Bali yang turut berkontribusi bagi perkembangan arsitektur kontemporer di tanah kelahirannya. Karya-karyanya sarat akan langgam tradisional Bali dengan mengetengahkan aspek ekologis, serta pengolahan spasial yang menyesuaikan dengan konteks sekitarnya. Gagasan arsitekturnya telah dipublikasikan dalam salah satu bukunya yang bertajuk New Regionalism in Bali Architecture (2011). Karya-karya arsitekturnya tersebar di Nusantara seperti Novotel Island Retreat, Singapore Strait, Nirup Island, Batam, Kepulauan Riau, Bandung Botanica, Jawa Barat dan Yenmioren Resort, Raja Ampat, Papua, juga Lelewatu Resort di Sumba. Hingga di luar negeri di antaranya di Filipina, Thailand, India, Maladewa dan Dubai, UEA.Ia juga telah menginisiasi forum diskusi dan lokakarya arsitektur yakni, Architects Under Big 3 (AUB3) dan Architecture For Kids (AFK).

  • Grey Instagram Icon
  • Grey Facebook Icon
purwadisoeriadiredjac.png

purwadi
Soeriadiredja

AKADEMISI, Universitas Udayana

Purwadi Soeriadiredja ialah seorang penulis, peneliti, dan akademisi di Universitas Udayana. Memperoleh gelar Magister Humaniora (Antropologi) dari Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, sempat mengikuti pendidikan Drug Surveillance and Social Research di Victoria University – Burnet Institute, Melbourne, Australia, serta staf peneliti pada Bronchorst BV, Netherland. Pulau Sumba, NTT, menjadi salah satu lokus utama penelitian bidang sosial budaya yang selama ini digelutinya. Buku terkininya bertajuk MARAPU: Agama dan Identitas Budaya Orang Sumba (Udayana University Press, 2022) menghadirkan tidak hanya data etnografi masyarakat Marapu, namun juga dinamika dan asal usul orang ‘Umalulu’ yang mengemban agama dan identitas komunitas Marapu di Sumba Timur.

  • Grey Facebook Icon
 
 
 
 
 
Fiki Sataria.png

FIKI
SATARI

Indonesia Creative Cities Network (ICCN)

Fiki Satari merupakan Ketua Umum Indonesia Creative Cities Network (ICCN) atau Jejaring Kota/Kabupaten Kreatif Indonesia, sebagai simpul organisasi yang berkomitmen untuk mewujudkan 10 Prinsip Kota Kreatif. ICCN berkomitmen untuk memajukan kota-kota kreatif di Indonesia dengan mesin penggerak kreativitas berupa ide/gagasan kreatif dan inovatif, serta ditopang oleh kelengkapan infrastruktur kelembagaan dalam keterlibatan unsur Hexa Helix (Akademisi, Pengusaha/UMKM, Komunitas, Pemerintah, Media, dan Aggregator). Sejumlah program yang telah diinisiasi oleh ICCN di antaranya: AJAR (Akademi Belajar), DAMPING (Pendampingan Komunitas Terdampak Covid-19), Aksi Bersama Bantu Sesama (ABBS), PULIH (Percepatan Usaha Komunitas Lintas Wilayah), RESCUE (Reaksi Cepat Komunitas Terdampak Covid-19), ICS (Indonesia Creative Store), dan sebagainya.

  • Grey Instagram Icon
  • Twitter
  • Grey Facebook Icon
HUBvv.png

HERMAN
UMBU BILLY

SumbaMedia HUB

Umbu Billy merupakan CEO SumbaMedia HUB yang telah didirikan sejak tahun 2017 dengan inisiasi awal kanal Sumba.Tv, sebagai bagian dari dunia penyiaran yang menarasikan tradisi, kultur, serta ekonomi kreatif di Sumba dan NTT. Saat ini aktif sebagai Principal CIVILARC INDONESIA | CIVILARC.ID, Koordinator Daerah Nusa Tenggara Timur (NTT) dalam Indonesia Creative Cities Network (ICCN), dan Ketua Bidang Digital dan Ekonomi Kreatif Pengurus Pusat Pemuda Katolik Republik Indonesia.

  • Grey Instagram Icon
  • Twitter
  • Grey Facebook Icon
 

The Speakers

asana.jpg

RAMBU ASANA

NAKA Education

Rambu Asana merupakan anak muda asal Waibakul yang aktif mengasuh NAKA Education, lembaga bimbingan belajar dan pelatihan bahasa Inggris bagi naka-naka (adik-adik) di Sumba Tengah. Hingga kini NAKA Education aktif menginisiasi sejumlah format belajar kreatif, salah satunya kompetisi menulis narasi dan pidato dalam bahasa Inggris pada Hari Pendidikan 2022 lalu. Sementara itu NAKA Community turut digagas sebagai wujud kepedulian di bidang pendidikan dengan dua program utama yakni kegiatan relawan (mengajar gratis di Panti Asuhan Sinar Harapan Waibakul) dan beasiswa bagi teman-teman berprestasi dengan latar belakang kurang mampu.

  • Grey Instagram Icon
  • Facebook
 
elan.jpg

MELANIA RAMBU DAY

Rumah Baca Marada Ratu

Melania Rambu Day, sosok muda kreatif yang telah menginisiasi berdirinya Rumah Baca Marada Ratu di Anakalang, Sumba Tengah. Melalui rumah baca tersebut Elan menyediakan proses pembelajaran yang menyenangkan dan kreatif. Marada Ratu kini giat melatih 52 anak dari tingkatan PAUD hingga SMA dengan bimbingan dari 6 kawan relawan. Rumah Baca Marada Ratu juga peduli terhadap isu lingkungan dengan mengembangkan project Ecobrick (Batu Bata Ramah Lingkungan) yang memanfaatkan sampah plastik.

  • Grey Instagram Icon
 
 
tasya.jpg

NATASYA Rambu KADUNGA

Sambung Asa

Natasya Rambu Kadunga merupakan salah satu penggerak komunitas Sambung Asa yang mengawal sejumlah aktivitas sosial di Sumba Tengah. Komunitas ini dibentuk sejak kasus Covid-19 terkonfirmasi pada awal tahun 2020 lalu dengan membantu pemenuhan kebutuhan sehari-hari dan kesehatan masyarakat setempat. Hingga kini berbagai rancang aktivitas sosial di Sumba Tengah turut digawangi oleh teman-teman dalam komunitas ini. Sambung Asa juga turut hadir dalam lingkar semangat ‘Baku Gandeng’ yang digagas oleh SumbaMedia HUB bersama tiga wujud komunitas gerakan sosial lainnya di beberapa kabupaten di Sumba. Gerakan ‘Baku Gandeng’ mencerminkan bagaimana solidaritas anak-anak muda Sumba dapat berkembang seturut semangat dasar kebersamaan dan gotong-royong.

  • Grey Instagram Icon
  • Grey Facebook Icon
elson 2.jpg

ELSON UMBU RIADA

Sanggar OSA

Elson Umbu Riada merupakan musisi yang mengabdikan hidupnya untuk membangun Sumba dengan mendirikan Sanggar OSA sejak tahun 2012. Ia melahirkan genre atau ragam musik sendiri yakni OsamuethniC yang memadukan alat dan cara bermusik tradisional dengan gaya modern. Elson juga telah melakukan penelitian terhadap alat-alat musik yang telah punah, kemudian memproduksinya kembali.

  • Grey Instagram Icon
  • Twitter
  • YouTube
 
frans F.jpg

FRANS FREDDY

Petani Muda Pana Merah Sumba

Frans Freddy tergabung dalam Komunitas Petani Muda Panah Merah Sumba dan Stube Hemat Sumba yang membuka ruang diskusi dan penelitian mengenai budaya menanam holtikultura. Sejumlah program digagas untuk mempertemukan para petani muda dengan para praktisi mumpuni di antaranya program Student Service, yang diadakan secara berkala. Pola pikir bercocok tanam yang berkelanjutan mengawal berbagai bentuk pelatihan yang memungkinkan para petani di Sumba untuk bertani dengan metode riset dan pengembangan, sehingga berbagai inovasi dapat terus diciptakan.

  • Grey Facebook Icon
 
DEWI.jpg

DEWI CHANIAgo

PT. Berlian International Indonesia

Dewi Chaniago merupakan Direktur Utama PT. Berlian Internasional Indonesia yang bergerak di bidang pemberdayaan sosial sejak tahun 2017. Kemitraan yang terjalin bersama para petani di Sumba Timur, memungkinkan dipanennya jagung hibrida yang kian menggerakkan pasar. Para petani mendapatkan pelatihan dan pendampingan lapangan, salah satunya dengan mengolah lahan belum produktif melalui pendekatan sistem TOT (Tanpa Olah Tanah).

  • Grey Instagram Icon
  • Facebook
 
AArifxc.jpg

AHMAD
ARIF

PENULIS, Harian Kompas

Merupakan penulis sekaligus wartawan harian Kompas sejak tahun 2003. Ia telah menulis seri buku Pangan Nusantara di antaranya: Sagu Papua Untuk Dunia (Jakarta: KPG, 2019); Sorgum: Benih Leluhur untuk Masa Depan (Jakarta, KPG dan KEHATI, 2020); serta Masyarakat Adat dan Kedaulatan Pangan (Jakarta, KPG, 2021). Dalam dunia penulisan, ia telah meraih penghargaan Mochtar Lubis Award untuk kategori feature pada tahun 2008 dan 2009, serta Ekspedisi Cincin Api Kompas yang diprakarsainya memenangkan medali emas untuk kategori “Editorial Coverage Media” dari Association of Newspaper and World News Publishing (WAN-IFRA), di Kuala Lumpur (2012).

  • Facebook
  • Grey Instagram Icon
 
sarah.jpg

SARAH HOBgEN

Sumba Sustainable Solution

Sarah Hobgen merupakan co-founder Sumba Sustainable Solution yang memberdayakan kemajuan inklusivitas-inovasi melalui pendekatan yang ramah lingkungan. Sumba Sustainable Solution juga berupaya meningkatkan akses energi terbarukan di desa seluruh Sumba, salah satunya melalui budidaya Bambu. Tahun 2020 lalu Sumba Sustainable Solution mengadakan sebuah kompetisi Arsitektur Bambu yang melahirkan sejumlah karya yang sarat akan filosofi dan kedekatan antara Bambu dengan keseharian masyarakat Sumba.

  • Grey Instagram Icon
  • Grey Facebook Icon
 
johan.jpg

JOHAN WALAgOLE

JW Architects

Johan Walagole merupakan arsitek kelahiran Sumba yang telah berkiprah selama tujuh tahun. Salah satu karya arsitekturnya merupakan buah kolaborasi bersama Sumba Sustainable Solution (Sumba Solusi Alam) dalam project hunian berbahan dasar bambu. Karya arsitekturnya yang bertajuk Umma Designs turut serta dalam ajang kompetisi arsitektur bambu yang diselenggarakan oleh Sumba Sustainable Solution pada 2020 lalu. Bambu bukan semata dipandang sebagai bahan material dasar, melainkan cerminan kebudayaan Sumba, termasuk bambu sebagai solusi dalam menghadapi tantangan ekologis kini.

  • Grey Instagram Icon
  • Grey Facebook Icon
 
marthen.jpg

MARTHEN RAgoWINO BIRA

Kepala Desa Tebara, Kampung Adat Praiijing - Sumba Barat 

Marthen Ragowino Bira merupakan Kepala Desa Tebara, Kecamatan Kota Waikabubak, Kabupaten Sumba Barat, yang berhasil meraih penghargaan Desa Terbaik Nasional 2018 dalam kategori Pengelolaan Keuangan Desa, Aset Desa, dan Inovasi Desa.  Marthen Bira mengawal masyarakat Kampung Adat Praijing dalam mengembangkan desa wisata, salah satunya melalui pengelolaan BUMDES (Badan Usaha Milik Desa) sebagai social enterprise sekaligus lokomotif ekonomi desa yang terpadu dan terintegrasi, serta tetap mampu menggerakkan geliat pasar dan pangan masyarakat, bahkan saat masa awal krisis pandemi Covid-19 tahun 2020 lalu.

  • Grey Instagram Icon
  • Grey Facebook Icon

LIVE MUSIC

 

YANTO
Pekabanda

Marapu Band

Yanto Pekabanda, merupakan vokalis Marapu Band yang telah terbentuk selama dua dekade. Marapu Band telah merilis sejumlah album di antaranya bertajuk ’THE COLOUR' (2006), ‘PEACE, LOVE & FREEDOM' (2009), ‘TERANG DUNIA' (2011), dan ‘WON’T BE FOOLED' (2018). Musikalitas Marapu Band terkait erat dengan genre Reggae dan gerakan budaya Rastafari yang awalnya digawangi oleh para kelompok pekerja dan petani Afrika. Kreativitas lirik lagu garapan Marapu Band juga berupaya menerjemahkan keresahan dan sudut pandang masyarakat Sumba.

  • Grey Instagram Icon
  • Grey Facebook Icon
yustinusbc.jpg

Yustinus Ghanggo Ate

PENELITI, The Australian National University & STKIP Weetabula

Merupakan seorang peneliti sekaligus pengajar linguistik. Ia terlibat dalam sejumlah riset linguistik murni dan linguistik komputasi (Natural Language Processing), baik sebagai peneliti maupun sebagai asisten peneliti, serta didukung oleh Endangered Language Fund (USA); National Science Foundation (USA); Max Planck Institute for the Science of Human History (Jena, Germany); Alexander von Humboldt Stiftung (Germany); Australian Research Council; dan NeCTAR (National eResearch Collaboration Tools and Resources). Saat ini aktif sebagai pengajar di STKIP Weetabula, yakni perguruan tinggi keguruan di Sumba Barat Daya. Risetnya berfokus pada linguistik deskriptif, pengarsipkan bahasa, tipologi, linguistik Austronesia, serta pendidikan berbasis bahasa Ibu/daerah.

  • Facebook
  • Twitter
yanto.jpg